Human Risk Management Institute

Apa Itu Silent Call dan Bagaimana Cara Menghindarinya

Written by Nur Rachmi Latifa | 27 Mei 2026

Ancaman penipuan digital kini tidak hanya datang dari SMS atau email phishing, tetapi juga melalui silent call. Modus ini berupa panggilan dari nomor asing tanpa suara yang biasanya terputus dalam beberapa detik. Meski terlihat sepele, silent call diduga digunakan pelaku untuk mengecek apakah nomor korban masih aktif dan memancing korban melakukan panggilan balik. Fenomena ini semakin sering dilaporkan, termasuk di Indonesia. Jika korban melakukan call back, risiko penipuan, pencurian data, hingga kerugian finansial bisa meningkat. Karena itu, penting untuk memahami apa itu silent call, bahayanya, dan cara menghindarinya.

 

Apa Itu Silent Call?

Silent call adalah panggilan telepon dari nomor tidak dikenal yang tidak mengeluarkan suara ketika diangkat, atau langsung terputus dalam hitungan detik. Dalam banyak kasus, panggilan ini dilakukan secara otomatis menggunakan sistem tertentu untuk mengecek apakah nomor target masih aktif.

Secara sederhana, pelaku hanya ingin mengetahui apakah nomor telepon yang mereka hubungi benar-benar digunakan oleh seseorang. Ketika korban mengangkat telepon atau melakukan panggilan balik, pelaku memperoleh konfirmasi bahwa nomor tersebut aktif dan dapat dijadikan target untuk aksi berikutnya.

Meski terdengar seperti panggilan iseng, silent call sebenarnya sering dikaitkan dengan aktivitas spam, social engineering, dan kejahatan siber. Pelaku memanfaatkan rasa penasaran korban agar melakukan tindakan tertentu yang menguntungkan mereka.

Baca juga: Telepon Spam yang Mengganggu? Penyebab dan Cara Efektif Menghindarinya

Mengapa Silent Call Semakin Marak?

Meningkatnya penggunaan teknologi digital membuat modus penipuan juga berkembang semakin canggih. Pelaku kini tidak lagi mengandalkan metode konvensional, tetapi menggunakan teknologi internet untuk melakukan panggilan secara massal.

Salah satu teknologi yang sering digunakan adalah Voice over Internet Protocol (VoIP). Teknologi ini memungkinkan panggilan telepon dilakukan melalui jaringan internet sehingga nomor telepon dapat dimanipulasi dengan mudah. Akibatnya, nomor yang muncul di layar ponsel bisa berbeda-beda dan sulit dilacak.

Dengan sistem otomatis, pelaku dapat menghubungi ribuan nomor dalam waktu singkat. Dari sana, mereka akan mengidentifikasi nomor mana saja yang aktif dan responsif. Nomor yang dianggap potensial kemudian dapat dimasukkan ke dalam database target penipuan. Selain itu, banyaknya kebocoran data pribadi di internet juga membuat nomor telepon masyarakat semakin mudah diperoleh oleh pelaku kejahatan siber.

Bagaimana Cara Kerja Silent Call?

Dalam praktiknya, silent call biasanya dilakukan menggunakan sistem otomatis untuk mengidentifikasi nomor telepon aktif dan menargetkan korban untuk aksi penipuan lanjutan. Modus ini bekerja secara sistematis dan memanfaatkan rasa penasaran korban agar melakukan tindakan tertentu yang menguntungkan pelaku.

  • Pelaku Menghubungi Banyak Nomor Secara Acak
    Pelaku menggunakan sistem otomatis untuk melakukan panggilan ke ribuan nomor sekaligus dalam waktu singkat. Panggilan ini umumnya hanya berlangsung beberapa detik dan sering kali tidak mengeluarkan suara sama sekali saat diangkat oleh korban.
  • Sistem Mengecek Respons Korban
    Ketika korban mengangkat telepon, sistem akan mencatat bahwa nomor tersebut masih aktif dan digunakan. Beberapa teknologi bahkan mampu mendeteksi durasi panggilan, waktu respons, hingga kemungkinan korban melakukan interaksi lebih lanjut.
  • Korban Dipancing Melakukan Call Back
    Rasa penasaran membuat sebagian korban akhirnya menelepon balik nomor tersebut untuk mencari tahu siapa peneleponnya. Di tahap inilah risiko mulai meningkat karena korban bisa terhubung ke layanan premium berbiaya tinggi atau menjadi target penipuan berikutnya.
  • Nomor Aktif Dijadikan Target Lanjutan
    Setelah nomor dipastikan aktif, pelaku dapat melanjutkan aksinya melalui berbagai modus lain seperti phishing, penipuan hadiah, pencurian kode OTP, hingga spam berkepanjangan yang mengganggu korban.

Karena itu, penting untuk tidak langsung merespons panggilan mencurigakan dari nomor yang tidak dikenal agar terhindar dari risiko kejahatan digital yang semakin berkembang.

Risiko Silent Call yang Perlu Diwaspadai

Banyak orang menganggap silent call hanyalah gangguan biasa yang tidak berbahaya. Padahal, modus ini dapat menimbulkan berbagai risiko serius yang berkaitan dengan keamanan data pribadi hingga kerugian finansial.

  1. Menjadi Target Penipuan Berikutnya
    Ketika nomor Anda terverifikasi aktif, pelaku dapat menjadikannya target untuk berbagai jenis penipuan digital seperti phishing, SMS mencurigakan, telepon palsu mengatasnamakan bank, atau modus penipuan lainnya.
  2. Kerugian Finansial
    Beberapa nomor silent call ternyata dapat terhubung ke layanan premium internasional dengan tarif tinggi. Jika korban melakukan panggilan balik, biaya telepon bisa membengkak tanpa disadari dan menyebabkan kerugian finansial.
  3. Risiko Pencurian Data Pribadi
    Pelaku dapat memanfaatkan nomor aktif untuk menggali informasi sensitif menggunakan teknik social engineering. Data seperti OTP, PIN, password, atau informasi perbankan bisa menjadi target utama mereka.
  4. Ancaman Penipuan Berbasis AI
    Perkembangan teknologi AI membuat modus penipuan semakin canggih dan sulit dikenali. Nomor aktif dapat digunakan untuk serangan voice phishing, manipulasi suara, hingga penipuan berbasis cloning suara menggunakan kecerdasan buatan.
  5. Spam dan Gangguan Berulang
    Korban silent call sering menerima panggilan spam secara terus-menerus dari nomor yang berbeda-beda. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas sehari-hari, bahkan menimbulkan rasa khawatir bagi sebagian orang.

Dengan memahami berbagai risiko tersebut, Anda dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan sejak dini agar tidak menjadi korban kejahatan digital yang memanfaatkan modus silent call.

Silent Call dan Teknik Social Engineering

Silent call erat kaitannya dengan teknik social engineering. Dalam dunia keamanan siber, social engineering adalah metode manipulasi psikologis untuk memancing korban melakukan tindakan tertentu. Pelaku memanfaatkan rasa penasaran, ketakutan, atau kepanikan korban agar mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. Pada kasus silent call, rasa penasaran menjadi senjata utama.

Banyak orang merasa perlu mengetahui siapa yang menelepon mereka. Akibatnya, korban melakukan panggilan balik tanpa menyadari potensi risiko di baliknya. Karena itulah, edukasi dan kewaspadaan menjadi faktor penting dalam mencegah kejahatan digital berbasis manipulasi psikologis.

Tanda-Tanda Silent Call yang Mencurigakan

Agar lebih waspada, berikut beberapa ciri umum silent call yang patut dicurigai:

  1. Panggilan berasal dari nomor asing atau tidak dikenal
  2. Tidak ada suara ketika telepon diangkat
  3. Panggilan langsung terputus dalam beberapa detik
  4. Nomor telepon terlihat aneh atau menggunakan kode luar negeri
  5. Panggilan terjadi berulang kali
  6. Setelah panggilan, muncul pesan atau telepon mencurigakan lainnya

Jika Anda mengalami salah satu tanda tersebut, sebaiknya jangan melakukan panggilan balik.

Cara Menghindari Silent Call

Untuk meminimalkan risiko menjadi korban silent call, ada beberapa langkah sederhana namun penting yang dapat dilakukan. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan kebiasaan digital yang lebih aman, Anda dapat mengurangi potensi menjadi target penipuan maupun kejahatan siber lainnya.

  1. Jangan Mengangkat Panggilan dari Nomor Tidak Dikenal
    Jika Anda menerima panggilan mencurigakan dari nomor asing atau nomor yang terlihat tidak biasa, sebaiknya hindari langsung mengangkatnya. Apabila panggilan tersebut memang penting, biasanya penelepon akan mencoba menghubungi kembali atau mengirimkan pesan terlebih dahulu.
  2. Hindari Melakukan Call Back
    Salah satu kesalahan paling umum adalah menelepon balik nomor silent call karena rasa penasaran. Padahal, tindakan ini justru memberi sinyal kepada pelaku bahwa nomor Anda aktif dan masih digunakan. Selain itu, ada risiko tersambung ke layanan premium dengan biaya telepon yang tinggi.
  3. Blokir Nomor Mencurigakan
    Jika Anda menerima silent call secara berulang dari nomor tertentu, segera blokir nomor tersebut melalui pengaturan smartphone. Langkah ini dapat membantu mengurangi gangguan panggilan spam dan mencegah kontak lebih lanjut dari nomor mencurigakan.
  4. Gunakan Aplikasi Identifikasi Panggilan
    Saat ini tersedia berbagai aplikasi identifikasi panggilan yang dapat membantu mendeteksi spam call atau nomor telepon berisiko. Aplikasi semacam ini umumnya memiliki database nomor spam yang terus diperbarui sehingga dapat memberikan peringatan lebih awal kepada pengguna.
  5. Jangan Membagikan Nomor Sembarangan
    Hindari membagikan nomor telepon pribadi di media sosial, forum publik, atau situs yang tidak terpercaya. Semakin luas nomor Anda tersebar di internet, semakin besar kemungkinan nomor tersebut digunakan untuk spam, silent call, atau modus penipuan lainnya.
  6. Waspadai Permintaan Data Pribadi
    Jangan pernah memberikan OTP, PIN, password, atau data sensitif lainnya melalui telepon kepada pihak yang tidak dikenal. Perlu diingat bahwa lembaga resmi seperti bank atau institusi pemerintah umumnya tidak akan meminta informasi rahasia melalui panggilan telepon.
  7. Perbarui Pengetahuan Tentang Modus Penipuan
    Modus kejahatan digital terus berkembang dan semakin canggih dari waktu ke waktu. Karena itu, penting untuk selalu mengikuti informasi terbaru mengenai ancaman siber agar Anda tidak mudah tertipu oleh berbagai trik penipuan digital.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat lebih waspada terhadap silent call dan mengurangi risiko menjadi korban penipuan maupun pencurian data pribadi di era digital saat ini.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Menjadi Korban?

Jika Anda merasa telah menjadi korban silent call atau penipuan terkait, segera lakukan beberapa langkah berikut:

  • Blokir nomor mencurigakan
  • Periksa tagihan telepon atau penggunaan pulsa
  • Ganti password akun penting jika merasa data terancam
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA)
  • Laporkan nomor tersebut ke operator atau pihak berwenang
  • Waspadai panggilan atau pesan lanjutan

Semakin cepat tindakan dilakukan, semakin kecil risiko kerugian yang dapat terjadi.

Pentingnya Kesadaran Keamanan Digital

Kasus silent call menunjukkan bahwa ancaman digital kini bisa datang dari hal yang tampak sederhana. Kejahatan siber tidak selalu menggunakan malware atau teknik hacking yang rumit. Dalam banyak kasus, pelaku justru memanfaatkan kelengahan dan rasa penasaran manusia. Karena itu, membangun kesadaran keamanan digital menjadi sangat penting, baik bagi individu maupun organisasi.

Edukasi mengenai phishing, social engineering, spam call, dan perlindungan data pribadi dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban. Di tengah perkembangan teknologi AI dan digitalisasi yang semakin cepat, kewaspadaan pengguna menjadi salah satu lini pertahanan paling penting terhadap ancaman siber.

Baca juga: 10 Ciri SMS atau Telepon Penipuan yang Harus Kamu Waspadai

Kesimpulan

Silent call adalah panggilan misterius tanpa suara yang sering digunakan pelaku kejahatan siber untuk memverifikasi nomor aktif dan menargetkan korban untuk aksi penipuan berikutnya. Meski terlihat sederhana, modus ini dapat memicu berbagai risiko mulai dari spam, pencurian data, hingga kerugian finansial.

Agar tetap aman, penting untuk tidak mengangkat atau menelepon balik nomor mencurigakan, memblokir panggilan spam, serta meningkatkan kesadaran terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. Dengan kewaspadaan dan kebiasaan digital yang lebih aman, Anda dapat meminimalkan risiko menjadi korban silent call maupun ancaman siber lainnya.