<img height="1" width="1" style="display:none" src="https://www.facebook.com/tr?id=2253229985023706&amp;ev=PageView&amp;noscript=1">

back to HRMI

Cara Melindungi Akun PayPal dari Peretasan dan Pencurian Dana

Read Time 9 mins | 16 Mar 2026 | Written by: Nur Rachmi Latifa

PayPal

Keamanan akun digital menjadi hal yang semakin penting di era transaksi online. Layanan pembayaran seperti PayPal banyak digunakan untuk menerima pembayaran, berbelanja, hingga mengirim uang secara internasional. Namun, popularitas tersebut juga membuat akun PayPal menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber. Kasus peretasan dan pencurian dana dari akun PayPal beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa pengguna perlu lebih waspada terhadap ancaman keamanan digital. Oleh karena itu, memahami cara melindungi akun PayPal dari berbagai risiko peretasan menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan data dan dana Anda.

Ancaman Peretasan dan Kebocoran Data pada Akun PayPal

Di era transaksi digital, PayPal menjadi salah satu layanan pembayaran online yang paling populer di dunia. Banyak orang menggunakan akun PayPal untuk menerima pembayaran bisnis, berbelanja online, hingga mengirim uang lintas negara. Namun, popularitas ini juga membuat PayPal menjadi target utama serangan siber.

Baru-baru ini, sejumlah pengguna PayPal menerima pemberitahuan mengenai insiden keamanan yang menyebabkan kebocoran data pribadi. Dalam laporan tersebut, diketahui bahwa seorang peretas memperoleh akses ke sistem PayPal sejak 1 Juli 2025 hingga 12 Desember 2025 sebelum akhirnya terdeteksi oleh perusahaan. Beberapa pengguna juga dilaporkan mengalami transaksi tidak sah dan pencurian dana dari akun mereka.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan akun PayPal tidak hanya bergantung pada sistem perusahaan, tetapi juga pada kebiasaan keamanan penggunanya. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna untuk memahami cara melindungi akun PayPal dari peretasan dan pencurian dana.

Baca juga: Peran OJK dalam Memperkuat Keamanan Siber Perbankan Nasional

Mengapa Akun PayPal Menjadi Target Peretasan?

Layanan seperti PayPal menyimpan berbagai informasi sensitif pengguna. Selain saldo dana, akun PayPal juga terhubung dengan kartu kredit, rekening bank, dan data identitas pribadi. Dalam insiden terbaru, peretas diketahui berhasil memperoleh beberapa data penting pengguna seperti:

  • Nama lengkap
  • Alamat email
  • Nomor telepon
  • Alamat bisnis
  • Nomor jaminan sosial
  • Tanggal lahir

Data seperti ini sangat berharga bagi pelaku kejahatan siber. Mereka dapat menggunakannya untuk berbagai aktivitas ilegal, seperti:

  1. Mengambil alih akun PayPal
  2. Melakukan transaksi tidak sah
  3. Menjual data pribadi di dark web
  4. Melakukan penipuan identitas (identity theft)
  5. Menargetkan korban dengan serangan phishing

Ketika seorang peretas berhasil masuk ke dalam akun PayPal, ia dapat dengan mudah melakukan pencurian dana atau memindahkan saldo ke akun lain.

Bagaimana Peretasan Akun PayPal Bisa Terjadi?

Banyak orang mengira bahwa peretasan hanya terjadi karena sistem perusahaan diretas. Padahal dalam banyak kasus, peretasan akun PayPal justru terjadi akibat kesalahan keamanan dari sisi pengguna. Kebiasaan digital yang kurang aman sering kali menjadi celah bagi pelaku kejahatan siber untuk mendapatkan akses ke akun seseorang. Berikut beberapa penyebab paling umum yang dapat menyebabkan akun PayPal diretas:

  1. Kata Sandi yang Lemah
    Penggunaan kata sandi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, nama, atau kombinasi angka sederhana membuat akun lebih mudah dibobol. Selain itu, jika Anda menggunakan kata sandi yang sama di berbagai layanan online, peretas hanya perlu membobol satu layanan untuk mendapatkan akses ke akun lainnya, termasuk akun PayPal Anda.
  2. Serangan Phishing
    Phishing merupakan metode penipuan yang paling sering digunakan untuk mengambil alih akun PayPal. Pelaku biasanya mengirim email palsu yang terlihat seperti berasal dari PayPal dan berisi tautan menuju halaman login palsu. Ketika korban memasukkan username dan password, informasi tersebut langsung dicuri oleh peretas.
  3. Malware atau Spyware
    Beberapa jenis malware memiliki kemampuan mencatat setiap tombol yang ditekan pada keyboard, yang dikenal sebagai keylogger. Jika perangkat Anda terinfeksi malware dan Anda login ke PayPal, maka informasi login seperti email dan password dapat direkam dan dikirimkan ke pelaku peretasan.
  4. Kebocoran Data dari Layanan Lain
    Jika Anda menggunakan email dan kata sandi yang sama di banyak situs, kebocoran data dari satu layanan dapat dimanfaatkan untuk menyerang akun PayPal Anda. Teknik ini dikenal sebagai credential stuffing, yaitu ketika peretas mencoba kombinasi email dan password yang bocor pada berbagai layanan lain.
  5. Akses dari Perangkat Tidak Aman
    Mengakses PayPal melalui WiFi publik, komputer umum, atau perangkat yang tidak aman dapat meningkatkan risiko peretasan. Jaringan publik sering kali tidak memiliki perlindungan yang memadai sehingga data login pengguna dapat disadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dengan memahami berbagai metode tersebut, pengguna dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan agar akun PayPal tidak mudah menjadi korban peretasan.

Dampak Peretasan Akun PayPal

Ketika sebuah akun PayPal diretas, dampaknya bisa sangat serius bagi pemilik akun. Tidak hanya kehilangan dana, tetapi juga risiko penyalahgunaan data pribadi yang dapat memicu berbagai bentuk kejahatan digital. Berikut beberapa risiko yang dapat terjadi akibat peretasan akun PayPal:

  1. Kehilangan Dana
    Salah satu dampak paling langsung dari peretasan akun PayPal adalah hilangnya dana yang tersimpan di dalamnya. Peretas dapat dengan cepat mentransfer saldo ke akun lain atau melakukan penarikan dana tanpa sepengetahuan pemilik akun.
  2. Transaksi Tidak Sah
    Akun PayPal yang telah diretas juga dapat digunakan untuk melakukan pembelian online atau pembayaran ke berbagai layanan digital tanpa izin pemilik akun. Hal ini dapat menyebabkan kerugian finansial yang cukup besar jika tidak segera terdeteksi.
  3. Pencurian Identitas
    Data pribadi yang tersimpan dalam akun PayPal, seperti nama, alamat email, nomor telepon, dan tanggal lahir, dapat dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan pencurian identitas. Informasi ini bisa digunakan untuk membuka akun finansial baru atau melakukan penipuan lainnya.
  4. Penyalahgunaan Akun untuk Penipuan
    Dalam beberapa kasus, akun PayPal yang diretas digunakan untuk menipu orang lain. Misalnya dengan mengirim permintaan pembayaran palsu atau melakukan transaksi mencurigakan yang melibatkan pihak lain.

Karena itu, menjaga keamanan akun PayPal sangat penting agar terhindar dari berbagai risiko peretasan dan pencurian dana yang dapat merugikan secara finansial maupun reputasi digital.

Tanda-Tanda Akun PayPal Anda Mungkin Diretas

Agar dapat segera mengambil tindakan, penting untuk mengenali tanda-tanda bahwa akun PayPal Anda mungkin telah diretas. Beberapa indikasi yang perlu diwaspadai:

  • Ada transaksi yang tidak Anda lakukan
  • Anda menerima email konfirmasi pembayaran yang tidak Anda kenali
  • Password PayPal tiba-tiba berubah
  • Ada login dari lokasi atau perangkat yang tidak dikenal
  • Informasi akun berubah tanpa sepengetahuan Anda

Jika Anda menemukan salah satu tanda tersebut, segera lakukan langkah pengamanan.

Cara Melindungi Akun PayPal dari Peretasan

Melindungi akun PayPal dari peretasan dan pencurian dana memerlukan kombinasi kebiasaan keamanan digital yang baik serta penggunaan fitur keamanan yang tersedia. Dengan menerapkan beberapa langkah sederhana namun efektif, pengguna dapat secara signifikan mengurangi risiko akses tidak sah ke akun PayPal mereka. Berikut beberapa langkah penting yang dapat membantu meningkatkan keamanan akun PayPal Anda.

1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Unik

Langkah pertama yang paling penting adalah menggunakan kata sandi yang kuat agar akun PayPal tidak mudah diretas. Kata sandi yang baik sebaiknya memenuhi beberapa kriteria berikut:

  • Memiliki minimal 12 karakter
  • Menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil
  • Mengandung angka dan simbol
  • Tidak menggunakan informasi pribadi

Selain itu, gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap layanan online agar jika satu akun mengalami kebocoran data, akun PayPal Anda tetap aman. Jika perlu, gunakan password manager untuk membantu menyimpan dan mengelola kata sandi secara aman.

2. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)

Two-factor authentication (2FA) adalah lapisan keamanan tambahan yang sangat efektif untuk melindungi akun PayPal. Ketika fitur ini diaktifkan, Anda harus memasukkan kode verifikasi tambahan setiap kali login ke akun. Kode verifikasi ini biasanya dikirim melalui:

  • SMS
  • Aplikasi autentikator
  • Notifikasi perangkat

Dengan adanya verifikasi tambahan tersebut, peretas tidak bisa masuk ke akun Anda hanya dengan mengetahui password.

3. Waspada terhadap Email Phishing

PayPal mengingatkan pengguna untuk selalu berhati-hati terhadap email mencurigakan yang berusaha mencuri informasi login. Beberapa ciri umum email phishing antara lain:

  • Menggunakan bahasa yang mendesak
  • Mengancam penutupan akun
  • Meminta Anda login melalui tautan tertentu

Jika Anda menerima email yang mencurigakan, lakukan langkah berikut:

  • Arahkan kursor ke tautan untuk melihat alamat URL sebenarnya
  • Jangan klik tautan jika Anda ragu
  • Login langsung ke situs resmi PayPal melalui browser

Perlu diingat bahwa PayPal tidak pernah meminta username, password, atau kode OTP melalui email, SMS, maupun panggilan telepon.

4. Periksa Aktivitas Akun Secara Berkala

Salah satu cara terbaik untuk mencegah pencurian dana dari akun PayPal adalah dengan memantau aktivitas akun secara rutin. Dengan memeriksa riwayat aktivitas, Anda dapat segera mendeteksi transaksi yang mencurigakan sebelum kerugian semakin besar. Periksa secara berkala beberapa hal berikut:

  • Riwayat transaksi
  • Login dari perangkat baru
  • Perubahan informasi akun

Jika Anda menemukan aktivitas yang tidak biasa, segera ubah password dan hubungi layanan dukungan PayPal.

5. Gunakan Perangkat yang Aman

Pastikan Anda hanya mengakses akun PayPal melalui perangkat yang aman dan terpercaya. Login melalui perangkat yang tidak aman dapat meningkatkan risiko pencurian data dan peretasan akun. Hindari login melalui:

  • Komputer umum
  • WiFi publik
  • Perangkat yang tidak dikenal

Jika Anda terpaksa menggunakan jaringan publik, sebaiknya gunakan VPN untuk meningkatkan keamanan koneksi internet.

6. Segera Ubah Password Jika Ada Aktivitas Mencurigakan

Jika Anda mencurigai adanya aktivitas tidak sah pada akun PayPal, segera lakukan tindakan pengamanan. Semakin cepat Anda bertindak, semakin kecil kemungkinan peretas dapat melakukan pencurian dana. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:

  • Ubah password akun
  • Periksa riwayat transaksi
  • Hapus perangkat yang tidak dikenal
  • Hubungi layanan pelanggan PayPal

Langkah cepat ini dapat membantu menghentikan akses peretas sebelum kerugian semakin besar.

7. Gunakan Pertanyaan Keamanan yang Sulit Ditebak

Pertanyaan keamanan sering digunakan sebagai metode pemulihan akun ketika pengguna lupa password. Oleh karena itu, penting untuk memilih pertanyaan dan jawaban yang sulit ditebak oleh orang lain. Hindari menggunakan informasi yang mudah ditemukan di internet atau media sosial, seperti nama hewan peliharaan atau kota kelahiran. Pilih jawaban yang hanya Anda ketahui agar keamanan akun PayPal tetap terjaga.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun PayPal Diretas?

Jika Anda yakin bahwa akun PayPal Anda telah diretas, segera lakukan langkah berikut:

  1. Login ke PayPal dan ubah password
  2. Aktifkan two-factor authentication
  3. Periksa semua transaksi terbaru
  4. Laporkan transaksi tidak sah ke PayPal
  5. Hubungi dukungan pelanggan PayPal

Dalam beberapa kasus, PayPal dapat memberikan pengembalian dana jika transaksi tidak sah terbukti terjadi. Dalam insiden keamanan terbaru, PayPal menyatakan bahwa mereka telah mengembalikan dana kepada pelanggan yang terdampak dan mereset kata sandi pengguna yang berisiko.

Pentingnya Kesadaran Keamanan Digital

Kasus kebocoran data PayPal menunjukkan bahwa keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Perusahaan teknologi memang memiliki sistem keamanan yang kuat, tetapi pengguna tetap menjadi garis pertahanan pertama terhadap peretasan. Banyak insiden pencurian dana dari akun PayPal sebenarnya terjadi karena:

  • Password yang lemah
  • Serangan phishing
  • Penggunaan perangkat yang tidak aman

Dengan meningkatkan kesadaran keamanan digital, risiko tersebut dapat diminimalkan.

Baca juga: Dampak Ancaman Siber terhadap Pertumbuhan Layanan Perbankan Digital

Kesimpulan

Insiden kebocoran data PayPal menunjukkan bahwa peretasan dan pencurian dana dari akun PayPal dapat terjadi kapan saja jika keamanan akun tidak dijaga dengan baik. Data pribadi seperti email, nomor telepon, dan informasi identitas dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mengambil alih akun. Karena itu, penting bagi pengguna untuk menerapkan langkah-langkah keamanan seperti menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan two-factor authentication, serta selalu waspada terhadap email phishing. Dengan kebiasaan keamanan digital yang baik, risiko peretasan dapat diminimalkan sehingga akun PayPal dan dana Anda tetap aman.

Satu Solusi Kelola Keamanan Siber Karyawan Secara Simple & Otomatis

Nur Rachmi Latifa

Penulis yang berfokus memproduksi konten seputar Cybersecurity, Privacy dan Human Cyber Risk Management.

WhatsApp Icon Mira