Human Risk Score
Phishing Risk Score
Breach Risk Score
Latar Belakang
PT Wahana Nusantara Rucika (Rucika), sebagai pemimpin industri sistem perpipaan di Indonesia, menyadari bahwa teknologi saja tidak cukup untuk melindungi aset perusahaan; kesadaran karyawan adalah kunci utama. Melalui implementasi platform SiberMate sepanjang tahun 2025, Rucika berhasil menurunkan skor risiko manusia (Human Risk Score) secara signifikan dari level sangat tinggi (900) menjadi level yang jauh lebih aman (223).
Tantangan
Kerentanan pada Faktor Manusia
Di awal tahun 2025, Rucika menghadapi tantangan keamanan siber yang berfokus pada risiko manusia, dengan metrik risiko awal sebagai berikut:
-
Overall Risk Score: Berada di angka maksimal 900, yang mengindikasikan kerentanan tinggi terhadap serangan.
-
Phishing & Breaches: Risiko awal pada simulasi phishing dan kebocoran data berada pada level tertinggi (350).
-
Edukasi: Belum tersedianya program pelatihan yang terukur untuk memitigasi risiko siber di lingkungan kerja.
Solusi
Strategi Komprehensif menggunakan Platform SiberMate
Rucika menerapkan strategi komprehensif menggunakan platform SiberMate yang mencakup:
-
Simulasi Phishing Berkala: Mengirimkan 1.313 email simulasi untuk menguji ketangkasan karyawan menghadapi serangan siber nyata.
-
Dark Web Monitoring (Breaches): Pemantauan aktif terhadap data akun karyawan yang mungkin bocor di platform pihak ketiga.
-
Information Security Training: Program pelatihan mandiri untuk meningkatkan kompetensi keamanan siber seluruh staf.
Hasil
Peningkatan Eksepsional Budaya Keamanan
After one year of utilizing the platform, Rucika achieved exceptional improvements in its security culture:
1. Penurunan Skor Risiko Keseluruhan (75% Reduction):
- Skor risiko manusia berhasil ditekan dari 900 turun menjadi 223.
2. Ketahanan Terhadap Phishing yang Kuat:
- Skor risiko phishing turun drastis dari 350 menjadi 15.
- Tingkat kompromi (karyawan yang terjebak phishing) hanya sebesar 1,2%, jauh di bawah rata-rata industri.
3. Pembersihan Risiko Kebocoran Data:
-
Skor risiko kebocoran (Breaches Risk) turun dari 350 menjadi hanya 8.
4. Peningkatan Kompetensi Karyawan:
- Karyawan mencapai skor rata-rata pelatihan sebesar 77,5%.
- Penyelesaian modul keamanan siber terus menunjukkan tren meningkat hingga akhir tahun.
Kesimpulan
Nilai Strategis SiberMate
Keberhasilan PT Wahana Nusantara Rucika membuktikan bahwa pendekatan berbasis data dan edukasi berkelanjutan dari SiberMate efektif dalam mengubah perilaku karyawan dari titik terlemah menjadi garda terdepan pertahanan perusahaan. Dengan skor risiko yang kini stabil di angka rendah, Rucika lebih siap menghadapi lanskap ancaman siber yang dinamis di masa depan.
Industri
Manufacturing
- e-Learning (SMLearn)
- Phishing Simulation (SMPhish)
- Breach Monitoring (SMBreach)
- Policy Management (SMPolicy)
- Dashboard & Reporting (SMReport)
Other Case Studies

